Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 April 2014

Bupati Kudus Musthofa wardoyo hadiri Perayaan HUT PT. Djarum ke 63

Bupati Kudus Musthofa Wardoyo– Salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, PT. Djarum merayakan HUT yang ke-63. Perayaan ini di gelar di GOR Djarum yang berlokasi di kecamatan Jati Kudus. Berbagai hiburan maupun sajian kuliner disajikan, berbungkus konsep pesta rakyat. Kemeriahan terasa dengan hadirnya ratusan orang yang memadati berbagai stan maupun area didepan panggung utama.
Pada kesempatan tersebut, hadir pula bupati Kudus, H.Musthofa Wardoyo beserta para pejabat utama di lingkungan kabupaten Kudus. Rombongan disambut oleh jajaran direksi PT. Djarum. Kehangatan suasana pun berlanjut hingga di meja jamuan. Sambil menikmati hidangan, tampak bupati Kudus berbincang akrab dengan Budi Hartono dan Victor R. Hartono sampai kemudian tiba saatnya untuk menuju panggung utama.
Tampil memberikan sambutannya, Victor R. Hartono menyampaikan rasa terimakasihnya atas kehadiran para tamu undangan, utamanya bupati Kudus dan forkopinda. Dalam kesempatan tersebut dirinya secara khusus meminta kepada tim Thomas dan Uber yang saat ini sedang berada di Kudus, untuk berjuang sekuat tenaga mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia di mata dunia.
Pada kesempatan yang berbeda, bupati juga mengucapkan selamat atas HUT PT Djarum yang ke 63 ini. Dirinya berharap agar hubungan baik yang selama ini terjalin, dapat terus terjaga. “Hal ini tiada lain adalah untuk mewujudkan Kudus yang lebih sejahtera”.

Demikian info Bupati Kudus Musthofa wardoyo hadiri Perayaan HUT Djarum ke 63





 

Rabu, 16 April 2014

KONDISI PEREKONOMIAN KABUPATEN KUDUS

KONDISI PEREKONOMIAN KABUPATEN KUDUS

Perekonomian Kabupaten Kudus
Perekonomian Kabupaten Kudus

Bupati Kudus - Dengan kondisi geografis terletak pada persimpangan jalur transportasi utama Jakarta-Semarang-Surabaya dan Jepara-Grobogan, Kabupaten Kudus merupakan wilayah yang sangat strategis dan cepat berkembang serta memiliki peran utama sebagai pusat aktivitas ekonomi yang melayani wilayah hinterland, yaitu kabupaten di sekitarnya. Potensi ekonomi suatu daerah khususnya sektor perdagangan dapat diketahui dari banyaknya pasar yang ada.
Pasar merupakan media pertemuan antara penjual dan pembeli, sehingga makin ramai transaksi terjadi berarti makin tinggi pula potensi sektor perdagangan. Data dari Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus, pada tahun 2010, terdapat 5 buah pasar daerah, 17 buah pasar desa dan 1 buah pasar hewan. Dimana jumlahnya adalah 23 pasar. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang cukup besar jika di bandingkan dengan jumlah kecamatan yang ada, atau rata-rata per kecamatan ada sekitar 2 sampai 3 buah pasar. Konsumsi bahan bakar minyak tanah untuk tahun 2010 yang lalu sudah tidak ada karena konversi minyak tanah ke gas.

Kekayaan Industri Kabupaten Kudus
Kabupaten Kudus merupakan kabupaten kecil yang mempunyai banyak industri yang berkembang di masyarakat baik itu skala besar, menengah maupun industri kecil. Data yang diperoleh dari Dinas Perindagkop pada tahun 2010 menyatakan ada 10.914 buah perusahaan industri/unit usaha di Kabupaten Kudus. Angka tersebut mencakup seluruh perusahaan (unit usaha) industri baik yang besar/sedang ataupun industri kecil/rumah tangga. 

Data Statistik PDRB Kabupaten Kudus 

Kondisi ekonomi Kabupaten Kudus dapat dilihat pada indikator-indiktor ekonomi,, antara lain : PDRB, pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan PDRB per kapita. Dinamika pertumbuhan ekonomi yang menggambarkan pergerakan perekonomian di Kabupaten Kudus.PDRB sebagai salah satu indikator makro dalam menilik keberhasilan pembangunan. Walaupun tolak ukur ini mulai bergeser pada tolak ukur penduduk miskin, akan tetapi pertumbuhan ekonomi memiliki kaitan erat dengan pemerataan pembangunan yang pada akhirnya berpengaruh pula terhadap jumlah penduduk miskin. 

Demikianlah KONDISI PEREKONOMIAN KABUPATEN KUDUS








Jumat, 11 April 2014

Bupati Kudus|Langkah Strategis Bupati Tangani Bencana

KUDUS (4/4) - Bencana banjir di Kudus telah berlalu bulan Februari lalu. Dari kejadian yang berlangsung lebih dari satu bulan itu, kerugian ditaksir mencapai Rp. 500 miliar. Mulai dari sarana prasarana umum dan insfrastruktur, bangunan, hingga sektor perekonomian dan pertanian. Kesigapan pemkab bersama masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan bencana banjir ini. Semua bantuan yang diterima dan disalurkan telah diekspos di media massa sebagai bentuk transparansi.  Pembagian tugas dan koordinasi jajaran pejabat yang dipimpin oleh bupati Kudus berjalan dengan baik. Mulai dari proses evakuasi hingga penyiapan logistik bagi pengungsi. Tak kurang dari 14.000 warga Kudus mengungsi yang tersebar di berbagai tempat di Kudus. Itulah yang disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa saat menyampaikan paparan dalam diskusi penanganan bencana pascabanjir di depan forum wartawan Pemprov-DPRD Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (4/4).  ”Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kudus, termasuk para pengusaha. Untuk saling membantu mengatasi bencana banjir ini. Karena Kudus ini bukan milik bupati secara pribadi, tetapi milik masyarakat Kudus secara luas,” jelasnya dalam forum itu.  Bupati juga menambahkan, dirinya terjun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi banjir, pengungsi, dan sarpras umum berupa talud/tanggul dan jembatan. Termasuk koordinasi dengan pemprov dan pemerintah pusat untuk penanganan bencana secara terintegrasi. Yang mendesak dilakukan saat itu adalah pengurukan jalan depan terminal induk Kudus yang tergenang hingga satu meter lebih.  ”Karena Kudus ini berada di jalur pantura, maka saya mengambil langkah sigap dengan menguruk jalur banjir itu untuk segera dapat dilewati kendaraan. Karena akses sembako ke ibukota juga terhambat,” tambahnya.  Disinggung mengenai upaya untuk mengatasi korban jiwa dan harta benda yang hilang, Bupati menyiapkan dana santunan kematian. Sebesar Rp. 2,5 juta bagi warga meninggal karena bencana. Sedangkan bagi rumah roboh, mendapat bantuan sebesar Rp. 15 juta. Ini merupakan stimulan dari Pemkab untuk menggugah semangat masyarakat dalam membantu saudara kita yang terkena bencana.  ”Selain itu, di daerah rawan longsor seperti di Rahtawu dan Menawan (dukuh Kambangan), Gebog, kami telah menyiapkan lahan untuk relokasi dan adanya program transmigrasi,” ujarnya.  Untuk yang membutuhkan modal usaha pascabencana ini, Bupati juga mengadakan program pinjaman dana bergulir. Dengan langkah seperti ini, diharapkan pelaku usaha kecil tetap menjalankan lagi usahanya. Sehingga semangat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kudus bisa bangkit kembali. (*)
Langkah Strategis Bupati Tangani Bencana

Langkah Strategis Bupati Tangani Bencana

KUDUS (4/4) - Bencana banjir di Kudus telah berlalu bulan Februari lalu. Dari kejadian yang berlangsung lebih dari satu bulan itu, kerugian ditaksir mencapai Rp. 500 miliar. Mulai dari sarana prasarana umum dan insfrastruktur, bangunan, hingga sektor perekonomian dan pertanian. Kesigapan pemkab bersama masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan bencana banjir ini. Semua bantuan yang diterima dan disalurkan telah diekspos di media massa sebagai bentuk transparansi.

Pembagian tugas dan koordinasi jajaran pejabat yang dipimpin oleh bupati Kudus berjalan dengan baik. Mulai dari proses evakuasi hingga penyiapan logistik bagi pengungsi. Tak kurang dari 14.000 warga Kudus mengungsi yang tersebar di berbagai tempat di Kudus. Itulah yang disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa saat menyampaikan paparan dalam diskusi penanganan bencana pascabanjir di depan forum wartawan Pemprov-DPRD Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (4/4).

”Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kudus, termasuk para pengusaha. Untuk saling membantu mengatasi bencana banjir ini. Karena Kudus ini bukan milik bupati secara pribadi, tetapi milik masyarakat Kudus secara luas,” jelasnya dalam forum itu.

Bupati juga menambahkan, dirinya terjun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi banjir, pengungsi, dan sarpras umum berupa talud/tanggul dan jembatan. Termasuk koordinasi dengan pemprov dan pemerintah pusat untuk penanganan bencana secara terintegrasi. Yang mendesak dilakukan saat itu adalah pengurukan jalan depan terminal induk Kudus yang tergenang hingga satu meter lebih.

”Karena Kudus ini berada di jalur pantura, maka saya mengambil langkah sigap dengan menguruk jalur banjir itu untuk segera dapat dilewati kendaraan. Karena akses sembako ke ibukota juga terhambat,” tambahnya.

Disinggung mengenai upaya untuk mengatasi korban jiwa dan harta benda yang hilang, Bupati menyiapkan dana santunan kematian. Sebesar Rp. 2,5 juta bagi warga meninggal karena bencana. Sedangkan bagi rumah roboh, mendapat bantuan sebesar Rp. 15 juta. Ini merupakan stimulan dari Pemkab untuk menggugah semangat masyarakat dalam membantu saudara kita yang terkena bencana.

”Selain itu, di daerah rawan longsor seperti di Rahtawu dan Menawan (dukuh Kambangan), Gebog, kami telah menyiapkan lahan untuk relokasi dan adanya program transmigrasi,” ujarnya.

Untuk yang membutuhkan modal usaha pascabencana ini, Bupati juga mengadakan program pinjaman dana bergulir. Dengan langkah seperti ini, diharapkan pelaku usaha kecil tetap menjalankan lagi usahanya. Sehingga semangat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kudus bisa bangkit kembali. (*)